info buddhis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Healthy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Februari 2012

Orang Religi lebih sehat

Posted On 16.24 by Unknown 0 komentar

Acap kali orang religius dianggap kolot. Namun, penelitian terbaru menunjukkan menjadi orang religius memiliki status kesehatan yang lebih baik.

Sebuah riset dilakukan oleh perusahaan Gallup terhadap 676 ribu orang Amerika. Para peneliti melakukan survei melalui wawancara telepon untuk menilai atau menggambarkan seberapa sehat masyarakat, yang dibagi berdasarkan beberapa kategori, seperti kualitas hidup, kesehatan emosional, kesehatan fisik, kebiasaan prilaku sehat, kepuasan kerja, akses kedokter dan sumber daya kesehatan lainnya.

Setiap tanggapan dari partisipan akan diberikan skor dengan skala 0-100. Dalam wawancara tersebut, partisipan juga diminta untuk menyebutkan agama mereka (jika ada).

Survei yang dilakukan sejak awal Januari 2010 ini menunjukkan orang yang beragama memiliki nilai lebih tinggi dalam skor kesehatan dan kesejahteraan secara umum dibandingkan orang yang kurang atau tidak religius. Namun, orang yang kurang religius memiliki skor tertinggi dalam kesehatan fisik.

Dalam penelitian, peneliti mencatat bahwa kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk usia, jenis kelamin dan ras/etnis, dimana orang tersebut hidup dalam sebuah negara, kelas, dan status pernikahan.

Peneliti beranggapan bahwa ibadah dalam sebuah agama membuat seseorang mengalami interaksi sosial dan persahabatan dengan orang lain. Sebuah agama juga bisa menjadi sarana 'Meditasi' dan menyediakan mekanisme untuk mengatasi masalah hidup, seperti berdoa, sehingga bisa mengurangi stres, depresi, kekhawatiran serta meningkatkan kebahagiaan. Akibatnya, orang yang religius lebih dapat hidup lebih lama.

Penelitian ini turut mendukung bahwa unsur religius menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Riset lain yang dilakukan National Institutes of Health menemukan bahwa orang yang berdoa setiap hari terbukti memiliki risiko 40 % lebih rendah terkena hipertensi dibandingkan dengan mereka yang jarang berdoa.

SUMBER : 
- YAHOO
- BUDDHISTZONE

 


Senin, 27 Februari 2012

Kontroversi Era Modern

Posted On 01.43 by Unknown 0 komentar

Telah muncul berbagai hal yang kontroversi dalam hidup bermasyarakat di zaman modern kita. Hal-hal ini tidak dibahas di zaman Buddha karena belum sesuai zamannya. Artikel ini akan membahas 2 topik kontroversi, yakni seks dan cloning (pengarasan).



A.  Seks dan homoseksual
Apakah pandangan Buddhis tentang homoseksual ? Untuk menjawab pertanyaan ini dengan lebih sistematis, marilah kita menganalisa bersama beberapa alasan khas yang melarang hubungan homoseksual:

1.  Hubungan homoseksual itu tidak alamiah
Bila seseorang mengecam kaum homoseksual dengan alasan bahwa homoseksual itu bukanlah hal yang alamiah (bukan dari awalnya demikian), maka ia juga seharusnya mengecam kaum heteroseksual dengan alasan yang sama.  Karena menurut ajaran Buddha pada awal terbentuknya dunia ini [DN 27] makhluk tidak memiliki kelamin. Kemudian perlahan-lahan tubuh mereka menjadi lebih padat (karena makan-makanan yang berzat padat). Perbedaan kelamin menjadi lebih menonjol dan pada saat itulah terdapat beberapa orang yang mulai berhubungan seks. Mereka dicaci dan dikucilkan karena pada saat itu hubungan seks dianggap tak sesuai norma.  Dan sepertinya cacian dan pengucilan terhadap kaum homoseksual terulang kembali seperti halnya dulu terhadap kaum heteroseksual. Begitulah pandangan dunia ini yang selalu berubah menurut perkembangan zaman.

2.  Kaum wanita diciptakan untuk kaum pria
Tentunya dalam ajaran Buddha tidak dikenal istilah, “Kaum wanita diciptakan untuk kaum pria.”  Bacalah Dîgha Nikâya 27 [DN 27] yang berisi penjelasan Buddha tentang evolusi—awal terbentuknya manusia di muka bumi ini.

3.   Ajaran Buddha menganjurkan pernikahan heteroseksual
Hubungan seks, baik itu homoseksual maupun heteroseksual adalah berakar pada keserakahan (lobha). Dengan sendirinya, ajaran Buddha tidak dapat menganjurkan kedua-duanya. Buddha dengan tegas melarang hubungan seks kepada para bhikkhu. Bagi mereka yang masih terikat pada kehidupan duniawi, Buddha memberikan petunjuk hidup berkeluarga yang baik [DN 31]. Tapi hal ini tidak boleh diartikan bahwa Buddha menganjurkan perkawinan. Manusia sudah hidup berkeluarga sebelum Buddha muncul di dunia ini. Dan karena Buddha menyadari bahwa tidak semua umat berkeluarga dapat (hendak) melaksanakan hidup ke-bhikkhhu-an, maka kehidupan berkeluarga tidak dilarang Beliau (tetapi tidak dianjurkan juga).

Jadi apakah ajaran Buddha memperbolehkan hubungan homoseksual ?  Mari kita meneliti kembali apa yang diajarkan Buddha kepada umat awam-Nya tentang hal yang berhubungan dengan seks.

Sebenarnya tujuan sîla adalah untuk melatih diri. Jadi sîla melatih perbuatan kita (sebagai landasan) sehingga pikiran kita nantinya akan lebih mudah terlatih (bhâvanâ), yakni terhindar dari rasa bersalah, keresahan, dan seterusnya [AN 11.1].  Bila suatu perbuatan mendatangkan keresahan dan kekhawatiran (apalagi penyesalan yang berkepanjangan), maka perbuatan tersebut seharusnya kita hindari.

Hubungan seks yang tidak baik (tercela) adalah hubungan seks yang dilakukan dengan seseorang yang telah berpasangan (telah memiliki pacar, tunangan, suami/isteri) atau dilindungi ayah, ibu, saudara, saudari, famili (relative), atau Dhamma (ajaran keyakinannya, norma wilayah setempat, dan lain-lain) [MN 41].  Jadi bila seseorang berada di wilayah yang melarang hubungan homoseksual, maka seks homoseksual seharusnya dihindari.  Bila seseorang berada di wilayah yang tidak melarangnya, maka hubungan tersebut tidak termasuk seks yang salah asalkan semua faktor di atas terpenuhi (tidak tercela). Ajaran Buddha bukanlah ajaran yang menentukan apakah segala tindak-tanduk kita itu benar atau tidak benar, baik atau tidak baik.  Diri sendirilah yang seharusnya sadar akan kerugian dari perbuatan yang tercela.

Umat Buddha dianjurkan untuk berusaha mengurangi nafsu keserakahan dan kebencian.  Jadi sudah selayaknya lah kaum heteroseksual tidak membenci kaum homoseksual. Ajaran Buddha tidak mengajarkan hal lain selain jalan menuju lenyapnya dukkha.  Jadi kurang pantaslah bila seseorang mengatakan bahwa ajaran Buddha memperbolehkan hubungan seks, baik itu heteroseksual maupun homoseksual.
Buddha telah menunjukkan katagori seks yang akan membawa pada penderitaan yang besar kepada umat awam. Dan kepada para petapa, Buddha menunjukan bahayanya segala hal yang berhubungan dengan seks.

B.  Cloning/Pengarasan
Secara umum, definisi cloning atau pengarasan adalah proses memperbanyak materi biologi yang dapat mencakup DNA, sel, tissue, organ, maupun organisme, di mana materi yang diperbanyak tersebut (clone) memiliki DNA yang sama dengan induknya. Karena DNA (deoxyribonucleic acid) menyimpan informasi genetik, maka clone memiliki informasi genetik yang sama dengan induknya. Ada 3 jenis cloning/pengarasan :

1.  DNA cloning
2. Therapeutic cloning
3. Reproductive cloning

Ketiga jenis cloning/pengarasan ini akan dibahas disusul dengan pembahasan dari segi etikanya.

1. DNA cloning
Apa itu DNA cloning ?
DNA cloning juga dikenal dengan sebutan molecular cloning, recombinant DNA technology, dan gene cloning. Sesuai definisi yang diberikan di atas, maka materi biologi yang di-clone dalam proses DNA cloning adalah DNA itu sendiri. Dengan demikian, boleh dikatakan DNA cloning adalah jenis cloning yang paling sederhana di antara ketiga jenis cloning. Ilmuwan menggunakan recombinant DNA technology untuk memproduksi protein (protein expression & purification), mentransfeksi sel (transfection) untuk mempelajari fungsi protein tersebut di dalam sel, dan untuk berbagai aplikasi biologi lainnya.

DNA cloning dari segi etika Buddhis
Karena DNA cloning umumnya tidak merugikan makhluk hidup, maka DNA cloning tentunya tidak bertentangan dengan etika Buddhis. DNA cloning merupakan teknik biologi yang digunakan secara luas dan bebas di laboratorium-laboratorium biologi di seluruh dunia.

2. Therapeutic cloning
Apa itu therapeutic cloning?
Therapeutic cloning adalah proses cloning jaringan (tissue) maupun organ, di mana hasil clone tissue/organ tersebut hanya akan digunakan untuk keperluan terapi medik. Therapeutic cloning diawali dengan proses somatic cell nuclear transfer (SCNT), di mana nucleus (inti sel) dari ovum (sel telur) diganti dengan nucleus dari sel somatik yang akan di-clone (induk). Sel somatik mencakup sel-sel tubuh kecuali sel reproduktif (sperma dan ovum). Dengan kata lain, SCNT terdiri dari 3 tahap, yakni :

1) melenyapkan/ membuang nucleus ovum,
2) mengambil nucleus somatik,
3) menaruh nucleus somatik tersebut ke dalam ovum yang telah tak bernucleus.

Jadi proses mikroskopik SCNT ini akan menghasilkan sel ovum yang nucleus-nya berasal dari (telah diganti dengan) sel somatik. Sel ovum yang memiliki genetik yang sama dengan sel somatik (induk) ini kemudian akan berkembang menjadi blastocyst (tahap awal dalam pembuahan) yang mengandung stem cell, yakni sel yang mampu berkembang (differentiate) menjadi berbagai jenis sel tubuh. Stem cell inilah yang akan kemudian dibuat (induced) berkembang menjadi tissue maupun organ.

Singkatnya, bila anda ingin mendapat jantung baru karena jantung lama anda telah mengalami kegagalan, maka ilmuwan akan mengambil sel tubuh anda (misalnya sel kulit anda), kemudian mengambil inti sel kulit anda tersebut dan memasukannya ke dalam sel ovum (dari pendonor wanita) yang telah dilenyapkan inti selnya terdahulu. Kemudian sel tersebut dibiarkan berkembang, dan stem cell yang dihasilkan akan diambil untuk dibuat tumbuh menjadi jantung baru anda.

Apa manfaat therapeutic cloning?
Manfaatnya sangat besar ! Pasien yang mengalami kegagalan jantung, ginjal, dan organ penting lainnya dapat memperoleh organ baru. Mengapa kita tidak cukup mengambil organ dari pendonor? Karena sangat sulit mencari donor yang cocok dengan kita (immunohistocompatibility). Organ yang tidak cocok akan menyebabkan immune system kita menyerang organ tersebut karena tubuh kita menganggap organ tersebut sebagai ‘asing'. Akibatnya organ tersebut akan mengalami kegagalan. Jadi manfaat therapeutic cloning itu jelas, yakni sebagai alternatif baru untuk terapi medik.

Therapeutic cloning dari segi etika Buddhis
Walau belum terdapat kesepakatan antara para ilmuwan biologi dan kaum terpelajar Buddhis lainnya tentang therapeutic cloning ini, akan tetapi jelas bahwa dalam Buddhisme sel-sel tubuh kita tak dianggap sebagai makhluk hidup. Yakni, tidak dikenal bahwa masing-masing sel, tissue, maupun organ di tubuh kita itu memiliki unsur batiniah (Pâïi: nâma). Jadi sel ovum dan sperma bukanlah termasuk makhluk hidup yang memiliki kesadaran. Tetapi setelah terjadinya pembuahan (bersatunya ovum dan sperma), maka terbentuklah secara perlahan-lahan sel-sel yang akan tumbuh menjadi janin melalui proses yang dikenal sebagai embryogenesis.

Bayi yang lahir tersebut memiliki unsur batiniah (nâma) dan fisik (rûpa). Jadi pertanyaannya adalah “Di tahap mana dari embryogenesis ini mulai terbentuknya kesadaran?”

Pertanyaan ini penting karena dalam pandangan Buddhis, makhluk hidup terdiri dari unsur batiniah (nâma) dan fisik (rûpa) [SN 12.2]. Hubungan antara unsur batiniah dan fisik ini sangat erat dan tak bisa dipisahkan. Tanpa telinga dan sistem syaraf pendengaran kita tidak akan mampu mendengar. Tanpa kesadaran yang cukup kuat, misalnya sewaktu lagi tertidur (atau selagi pingsan), kita juga tidak akan mampu mendengar suara-suara halus yang mampu kita dengar sewaktu kita terjaga. Jadi hubungan antara unsur batiniah dan fisik ini sangatlah erat dan sulit dipisahkan. Mereka saling membutuhkan. Tapi kapankah terbentuknya unsur batiniah ini dalam proses embryogenesis ?

Stem cell terbentuk sekitar 4 – 5 hari setelah pembuahan (fertilization). Dalam tahap ini, tidak ditemukan bukti-bukti adanya kesadaran. Karena kesadaran sangat erat hubungannya dengan sistem syaraf, yakni tanpa sistem syaraf kesadaran kita tidak akan berfungsi, maka patut kita melakukan penelitian kapan mulai terbentuknya sistem syaraf dalam proses embryogenesis ini. Proses terbentuknya sistem syaraf dalam embryogenesis dikenal sebagai neurulation, dan prosesnya dimulai sekitar minggu ketiga setelah pembuahan (Ref: Am J Med Genet C Semin Med Genet, 135C(1): 2 - 8). Ini adalah saat yang paling awal embrio tersebut dapat dikatakan memiliki sistem syaraf. Saat ini sistem syarafnya masih baru saja mulai terbentuk, dan tentunya masih jauh dari selesai. Oleh karena alasan inilah, maka tahap embryogenesis di hari 4 - 5 post-fertilization itu masih belum dapat tergolong sebagai makhluk hidup. Dan pengambilan stem cell dari tahap embryogenesis ini seharusnya tidak dianggap sebagai pembunuhan karena belum dapat tergolong sebagai makhluk hidup, yakni belum terdapat bukti telah terbentuknya kesadaran. Dari argumen ini, maka therapeutic cloning, andaikata saja dilakukan di minggu pertama pembuahan, tidak dapat disebut sebagai pembunuhan. Dengan sendirinya, praktik therapeutic cloning seharusnya tidak dianggap bertentangan dengan etika Buddhis.

3. Reproductive cloning
Apa itu reproductive cloning?
Reproductive cloning adalah proses membuat organisme baru (clone) di mana DNA clone tersebut memiliki identitas yang sama dengan DNA induknya. Proses yang digunakan dalam reproductive cloning adalah sama dengan proses therapeutic cloning, akan tetapi embrio yang terbentuk tersebut dibiarkan berkembang di dalam rahim (surrogate mother).

Apa manfaat reproductive cloning?
Berbagai manfaat reproductive cloning antara lain, teraihnya ras unggul di dalam industri peternakan yang akan menghasilkan hewan-hewan dan produk hewan yang unggul, membangkitkan kembali species yang telah punah, dan seterusnya.

Reproductive cloning dari segi filsafat Buddhis
Buddhisme berpendapat bahwa munculnya/terbentuknya makhluk hidup bukanlah berasal dari hasil ciptaan, akan tetapi berasal dari kegelapan batin [SN 12.2]. Karena kegelapan batin inilah, makhluk bertumimba lahir.

Dengan lenyapnya kegelapan batin ini, maka lenyap juga tumimba lahir ini. Di sini tidak dikenal adanya ‘ego' (roh, inti, keabadian mutlak), dan makhluk hidup terus bertumimbal lahir dikarenakan kegelapan batin ini. Ajaran ini dikenal juga sebagai hukum sebab akibat (Pâïi: paöiccasamupâda), yakni terbentuknya segala sesuatu adalah karena adanya penyebab. Dengan berakhirnya penyebab tersebut, maka berakhir pula akibatnya. Oleh karena itu, konsep reproductive cloning tidak dapat dikatakan bertentangan dengan ajaran Buddha. Cloning sebenarnya bukanlah proses ilmiah yang aneh dalam pandangan Buddisme karena Buddhisme selalu memandang segala sesuatu sebagai rantaian sebab akibat. Proses cloning hanya dapat berhasil setelah ilmuwan mengerti sebab akibatnya, yakni embrio dapat terbentuk dari hasil pembelahan sel ovum yang ber-nucleus diploid (2 set kromosom). Dengan menyediakan kondisi yang cocok untuk perkembangan embrio, maka tak heran bayi akan terbentuk. Jadi bila kondisi yang tepat ada, maka akan bersatulah unsur batiniah (nâma) dan fisik (rûpa) yang kemudian akan lahir menjadi seorang bayi.

Reproductive cloning dari segi etika Buddhis
Walau dalam aspek filsafat, reproductive cloning tidak bertentangan dengan ajaran Buddha, akan tetapi dalam aspek pragmatic (praktisnya), reproductive cloning masih mengalami banyak permasalahan teknis. Banyak bukti-bukti yang menunjukan bahwa clone memiliki abnormalitas yang belum jelas penyebabnya. Ilmuwan berpendapat bahwa inti sel yang diambil dari induk tersebut mungkin tak optimal untuk dipakai dalam cloning karena semakin pendeknya telomere (ujung DNA akan menjadi semakin pendek setiap kali sel membelah diri). Banyak clone yang tidak dapat hidup sepanjang usia induk mereka. Maka ilmuwan seharusnya memikul tanggung jawab yang berat ini, dan seharusnya reproductive cloning tidak dipraktikan, apalagi dalam skala besar, sampai setelah permasalahan teknis ini telah dapat ditanggani. Tetapi tentunya untuk menanggani permasalahan teknis ini diperlukan percobaan, eksperimen. Dan eksperimen-eksperimen ini tentunya memiliki kecenderungan- kecenderungan yang membentrok dengan etika Buddhis. Seandainya di masa depan proses cloning ini sudah tak mengalami permasalahan teknis, maka reproductive cloning mungkin akan dijadikan praktik masyarakat umum.

(Karya tulis cloning ini adalah hasil rangkuman dari pembahasan cloning berseri yang diselenggarakan di bulan April 2008 di dua tempat, yakni di Los Angeles, California, dan di Columbus, Ohio, USA. Pembicara untuk seri diskusi cloning ini mencakup Y.M. Bhikkhu Jotidhammo Maha Thera (Saõgha Theravâda Indonesia) dan Andromeda (ilmuwan biologis)).


Kamis, 23 Februari 2012

Dimanakah Hati Nurani Manusia ?

Posted On 22.58 by Unknown 0 komentar

Cerita ini diambil dari tulisan Facebook,. ditulis oleh Ria Thelimskie
Pagi teman-teman saya ingin share sebuah cerita sedih yang mungkin kalian juga sudah pernah dengar tentang kisah memilukan ini, setelah membaca tulisan saya ini silahkan anda berfikir apakah manusia jaman sekarang masih punya hati nurani??? Ada seorang anak kecil sebut saja Lung Sung usianya masih 7 tahun, orang tua Lung Sung adalah pasangan penderita HIV positif, mereka telah meninggal dunia dan meninggalkan Lung Sung kecil sendirian didunia ini dan yang lebih parah mereka mewariskan penyakit mereka pada anak mereka Lung Sung sehingga membuat Lungsung dijahui oleh masyarakat, sebenarnya Lung Sung masih memiliki seorang nenek tapi neneknya juga tidak bisa berbuat banyak untuk menolong Lung Sung karena mereka cuma orang kecil lagi pula penyakit Lung Sung sampai sat ini belum ditemukan obatnya. Si nenek semakin tidak berdaya ketika para warga disekitar rumah mereka memaksa cucunya si Lung Sung kecil untuk pergi dari rumahnya sendiri karena warga sekitar takut tertular oleh penyakit yang diderita Lung Sung kecil. Dengan berat hati sinenek terpaksa membiarkan Lung Sung kecil pergi dari rumah mereka menuju sebuah gubuk reyot kecil yang terletak diujung desa rumah itu sengaja dibangun oleh penduduk desa untuk mengasingkan Lung Sung kecil, menurut berita yang saya dengar hingga saat ini Lung Sung kecil masih tinggal gubuk reyot tersebut, ia tinggal besama seekor anjing tua bernama Fufu. Lung Sung walau usianya masih kecil tapi ia telah dituntut oleh keadaan untuk dapat mengurus diri sendiri, ia memasak, mencuci baju dan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga sendirian, padahal usianya masih kecil. Sang nenek sesekali datang menjenguk Lung Sung malang dan membawakan sayur serta berbagai kebutuhan si kecil malang itu, tapi karena mereka orang kecil makanan yang dibawa sinenek pun tak banyak apabila Lung Sung kecil kekurangan bahan makanan ia terpaksa harus cari sendiri, Lung Sung kecil terkadang mengambil rumput, umbi liar atau apa saja yang bisa dimakan disekitar gubuk reyotnya itu ia tidak berani mendekati desa karena begitu penduduk desa melihat ia maka kata-kata kasar dan perlakuan tak pantas dari penduduk pasti didapatkan olehnya. Mirisnya pemerintah setempat hanya memberikan bantuan perbulan yang bila dirupiahkan sekita sebesar Rp. 350.000 perbulan. Penyakit HIV Posotif sampai saat ini memang masih menjadi momok mengerikan dikalangan masyarakat, tapi haruskah Lung Sung kecil diperlakuakan demikian???? Lung Sung malang memang menderita Virus HIV Positif tapi itukan bukan kemauannnya orang tuanya lah yang mewariskan penyakit tersebut padanya.....


Selasa, 21 Juni 2011

Tai Chi

Posted On 09.46 by Unknown 0 komentar

Link Sahabat



Gerakan lembut bagai air yang mengalir dengan tenang namun di atas permukaan yang halus terdapat tenaga besar di dalamnya.
KapanLagi.com - Ketika kami ditawari ikut kelas tai chi, spontan komentar sinis terlontar, "Nggak salah? Kita kan masih muda, belum jadi kakek nenek!" Tai Chi memang sebuah olah tubuh yang bergerak lembut bagaikan menari. Tak heran, perkembangannya selama ini lebih banyak diminati para lanjut usia. Padahal, ketika mencobanya, kami tak lebih jago dari para lansia. 

Gerakan lembut bagai air yang mengalir dengan tenang namun di atas permukaan yang halus terdapat tenaga besar di dalamnya. Menyatukan keselarasan tubuh dalam keseimbangan Yin Yang. Masih teringat di benak saya, ketika ibu saya pertama kali mengenal tai chi adalah di sebuah lapangan dekat rumah, tempat para warga sekitar perumahan kami biasa melakukan senam pagi bersama. Namun kini tai chi semakin 'naik kelas', merambah masuk ke dalam mega gym. Salah satunya adalah Fitness First. Maka, di suatu pagi tim kami pun segera meluncur ke Fitness First Senayan City, Jakarta untuk berlatih bersama dengan tai chi guru, Jaeni. 

Jika berbicara tentang tai chi, apa yang terlintas di benak Anda? Apakah Anda menganggap tai chi sebagai senam yang banyak dilakukan orang tua atau gerakan silat ala bintang film Jet Li? Faktanya, tai chi bukanlah sekedar gerakan senam. Menurut catatan sejarah, tai chi merupakan seni bela diri asal Cina, yang kemudian berkembang sebagai tarian perang ala prajurit. Ternyata gerakan ini memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Maka, kaisar China di masa itu pun memerintahkan agar tarian ini disebarluaskan kepada masyarakat luas. Dari sejak itulah, tai chi berkembang menjadi sebuah kegiatan olahraga. 

Yin Yang

Jika diamati, beberapa gerakan tai chi hampir mirip dengan yoga. Bedanya bila yoga merupakan meditasi statis, maka tai chi adalah movement meditation atau meditasi bergerak. "Yoga dan tai chi memang tidak berbeda jauh. Pada yoga, lebih pada pose statis pada gaya tertentu. Sedangkan tai chi lebih banyak gerakan," ujar Jaeni. Setiap gerakan dilakukan tanpa mengerahkan energi, mengalir lembut seperti air. Lutut selalu ditekuk dan tubuh tidak boleh bergerak naik turun. Di balik kelembutan itu, sebenarnya setiap gerakan tai chi mengolah setiap persendian di tubuh. Gerakan tai chi seakan menjadi pelumas bagi sendi-sendi tubuh agar selalu lentur dan tidak kaku. Maka di balik kelembutan itu tersimpan tenaga yang sangat besar untuk dikeluarkan. 

Menurut jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine, Universitas Tufts, Massachusetts, AS, tai chi juga memiliki efek psikologis yang positif, bisa mengurangi stres, kegelisahan, dan depresi, serta meningkatkan suasana hati, bagi orang sehat maupun yang sakit. Pada intinya gerakan tai chi terdiri atas beberapa dasar sikap tubuh, yakni membentuk gaya bulat, melingkar, kuda-kuda dan pinggang. Gerakan gaya bulat dan melingkar adalah lambang dari lingkaran atau bola yin yang yang mencerminkan keseimbangan. 

Bagi pemula ada 8 gerakan atau jurus yang bisa dilakukan untuk memulai dasar berlatih tai chi. Sementara untuk tingkatan yang lebih mahir ada 16-24 jurus yang diperkenalkan. Setiap gerakan dilakukan secara mengalir tanpa tenaga, tetap rileks dan mengatur pernapasan. 

Cegah Pengapuran

Jika Anda amati saat ini, tai chi lebih banyak dipraktekkan para lansia atau usia 60-an. Sebab walau gerakannya sederhana namun memiliki banyak manfaat. "Gerakan tai chi memang sederhana, tidak membutuhkan tenaga besar, sehingga banyak orang lanjut usia yang menemukan kecocokan, untuk melatih persendian," ujar Jaeni. Lantas kenapa tak banyak orang muda yang melakukan tai chi? "Memang kesan pertama tai chi yang lemah lembut, dan tampaknya tak membakar kalori, kerap membuat orang muda mengurungkan niat untuk bergabung. Ketika saya pertama kali memulainya pun sempat sulit beradaptasi. Tapi setelah saya paham manfaat setiap gerakan serta filosofinya, maka Anda pasti akan jatuh cinta dengan tai chi," papar Jaeni. 

Tai chi yang memiliki gerakan berkesinambungan dipercaya mampu mencegah pengapuran pada persendian tulang. Karena itu mereka yang masih muda juga sangat disarankan melakukan olah tubuh ini. Sebab usia 30 tahun pengapuran bisa saja terjadi atau dimulai dalam tubuh. "Salah satu manfaat yang bisa Anda petik dari tai chi adalah koordinasi dan keseimbangan tubuh terjaga. Gerak motorik dan kelenturan pun terlatih. Dan mengapa usia lanjut sangat disarankan untuk ikut serta olah tubuh ini? Karena salah satunya dapat memperkecil risiko terjatuh di kamar mandi yang kerap dialami mereka di usia lanjut," tambah Jaeni. Nah, bagi Anda yang belum pernah mengenal tai chi, ini saatnya untuk segera mencoba! Semakin dini Anda berlatih tai chi, maka sendi-sendi tubuh tetap terjaga kelenturannya hingga lanjut usia nanti, jauh dari pengapuran. Anda pun awet muda. We are as young as our joints.



Tips Menjaga Kesehatan Mata

Posted On 09.36 by Unknown 0 komentar


Mata adalah bagian penting tubuh Anda. Berbahagialah Anda yang masih dapat melihat pemandangan, orang-orang, lautan, pasar, dan hal lain. Bayangkan apabila Anda tidak dapat menikmati semua keindahan yang telah Tuhan berikan. Oleh karena itu mata indah Anda harus dijaga dan dirawat kesehatannya.
Banyak yang mengabaikan perawatan dan kesehatan mata. Seringkali Anda tersadar bahwa tiba-tiba ada yang tidak beres dengan mata Anda. Inilah yang perlu Anda waspadai.
Coba lihat beberapa tips ini. Di sini Anda akan menemukan informasi bagaimana menjaga kesehatan mata Anda.

1. Periksakan mata Anda setiap satu tahun sekali ke dokter mata

Kondisi mata dapat selalu berubah. Hal ini karena mata selalu menerima hal yang baru setiap hari. Kondisi lingkungan kemudian mempengaruhi keadaan dan kesehatan mata Anda.

Anda tidak bisa mengetahui kesehatan mata dengan memeriksa sendiri. Butuh alat khusus untuk melihat kesehatan mata. Saran terbaik untuk Anda adalah selalu rutin memeriksakannya ke dokter mata setiap satu tahun sekali. Anda tidak ingin mata Anda sakit bukan?

2. Belilah lensa kontak yang terbaik kualitasnya

Memilih lensa kontak butuh ketelitian. Jangan hanya merk yang terkenal atau pilih yang harganya terjangkau saja. Pilih yang terbaik untuk mata Anda.

Lensa kontak berhubungan langsung dengan mata, jadi harus lebih berhati-hati memilih lensa kontak ketimbang kacamata biasa. Pilih warna terbaik yang cocok untuk mata Anda. Namun tetap jangan abaikan kualitasnya.

3. Selalu gunakan kacamata UV di bawah terik matahari

Matahari tidak hanya jahat pada kulit Anda. Mata juga tidak boleh terkena sinar secara langsung. Itu apabila Anda memang menyayangi mata Anda. Karena radiasi sinar UV akan memberi efek buruk pada mata.

Coba gunakan kacamata anti UV agar mata Anda terhindar dari sinar matahari langsung. Terutama apabila Anda berkegiatan di luar ruangan. Pilih saja kacamata yang sesuai dengan tren fashion. Mata sehat, tetapi tetap bisa bergaya.

4. Makan suplemen atau makanan yang baik untuk mata

Ingin mata sehat jangan lupa konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung vitamin A, C, E, Folic Acid, Selenium dan Zinc. Semua makanan dan suplemen tersebut mampu menghambat faktor-faktor penuaan yang juga mempengaruhi kinerja mata.

5. Atur lampu Anda saat sedang membaca atau bekerja di depan komputer

Lampu Anda berpengaruh bagi kesehatan mata Anda. Kondisikan lampu Anda agar sesuai dengan kenyamanan mata Anda ketika sedang membaca atau bekerja di depan komputer.

Kondisi gelap dan remang-remang sangat buruk bagi Anda. Mempercepat kerusakan mata. Terlalu terang juga tidak baik, karena membuat mata silau dan cepat lelah. Oleh karena itu atur saja lampu Anda, tidak terlalu gelap atau terang. Yang penting cukup untuk membantu Anda melihat dengan kondisi terbaik.

6. Berikan waktu istirahat yang cukup untuk mata Anda

Mata Anda butuh istirahat yang cukup, seperti anggota badan Anda yang lain. Jadi ketika Anda tidur, gunakan lampu tidur. Atau matikan saja lampu Anda. Akan lebih baik apabila mata Anda yang sudah lelah seharian berada di dalam kondisi yang gelap. Akan membuat mata Anda lebih rileks dan segar keesokan paginya.

7. Ganti lensa kontak Anda sesuai waktu yang dianjurkan

Setiap lensa kontak memiliki masa pakai. Hindari penggunaan terlalu lama. Lepas apabila Anda tidak membutuhkannya, atau ketika Anda bersantai di rumah.

Waktu pemakaian normalnya adalah 12 jam dalam sehari. Selebihnya jangan memaksa mata Anda bekerja terlalu keras dengan lensa kontak. Dan jangan lupa, cek expired date-nya. Jangan memaksa menggunakannya, karena ada batas waktu pemakaian yang telah ditentukan. Ganti baru setiap satu bulan sekali.

8. Rajinlah membersihkan lensa kontak Anda

Debu dan partikel lain akan menempel di lensa kontak, oleh karena itu harus rajin membersihkannya dengan cairan khusus. Agar terjaga sanitasinya. 


Rabu, 15 Juni 2011

Perbedaan Antara Pengobatan Tiongkok Dengan Barat

Posted On 01.39 by Unknown 0 komentar

Seorang perempuan lanjut usia memperlihatkan memar kulit di bahunya selama menjalani pengobatan tradisional Tiongkok yang dikenal sebagai teknik ‘cupping’ (kop) di sebuah pusat kesehatan masyarakat di Shanghai pada 24 September 2009. (LOPEZ PHILIPPE/AFP/GETTY IMAGES)
Seorang perempuan lanjut usia memperlihatkan memar kulit di bahunya selama menjalani pengobatan tradisional Tiongkok yang dikenal sebagai teknik ‘cupping’ (kop) di sebuah pusat kesehatan masyarakat di Shanghai pada 24 September 2009. (LOPEZ PHILIPPE/AFP/GETTY IMAGES)


Perbedaan utama pengobatan Tiongkok dan Barat yakni pengobatan Tiongkok berakar pada budaya tradisional, sedangkan pengobatan Barat merupakan cabang ilmu pengetahuan empirik modern.
Di tengah masyarakat modern yang didominasi pengobatan Barat, orang cenderung meragukan efektivitas pengobatan tradisional Tiongkok. Bahkan di Tiongkok saat ini, pengobatan tradisional Tiongkok sering diperdebatkan.
Kenyataannya, selama 5.000 tahun, bangsa Tionghoa telah tergantung pada pengobatan tradisional Tiongkok untuk menyembuhkan penyakit dan untuk melindungi diri dari epidemi. Oleh karena itu, pengobatan Tiongkok telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penduduk sepanjang sejarah.
Di antara lebih dari 300 jenis pengobatan tradisional dunia, pengobatan Tiongkok menjadi semakin populer. Efektivitas pengobatan Tiongkok dapat dilihat dari semakin banyak orang di seluruh dunia yang memilih untuk mempelajarinya.
Pertama-tama, pengobatan tradisional Tiongkok adalah satu perangkat keterampilan praktis yang menargetkan serangkaian penyakit komplet, mulai dari flu sampai yang lebih serius, seperti tumor dan penyakit jantung. Banyak bangsa Tionghoa yang mengandalkan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Profesor He Yumin dari Shanghai Traditional Chinese Medicine Institute berkata: “Ambil contoh kanker pankreas, yang diperkirakan hanya memiliki waktu  4 sampai 6 bulan. Namun, 20 dari 100 pasien lebih, di Shanghai, yang menerima pengobatan Tiongkok dapat bertahan 3 sampai 5 tahun. Kebanyakan dari mereka tidak mampu menjalani operasi atau kemoterapi dan radioterapi. “
Sebuah pepatah ironis menyebutkan, “Orang yang mencari perawatan pada pengobatan Barat umumnya meninggal karena mengetahui alasan yang tepat; Orang yang mencari perawatan pada pengobatan Tiongkok umumnya hidup tanpa tahu alasannya.”
Pengobatan Barat fokus pada penyembuhan gejala dengan menggunakan metode langsung. “Sembuhkan kepala ketika sakit kepala, sembuhkan kaki ketika kaki sakit.” Sedangkan pengobatan Tiongkok menekankan analisis dialektik dari tubuh manusia secara keseluruhan, dimana ia dipandang sebagai sekumpulan sistem yang saling berhubungan dan saling terkait. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang melekat pada pengobatan Tiongkok menunjukkan potensi besar dalam mengobati penyakit yang lebih kompleks seperti kanker, AIDS dan Alzheimer.
Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan kondisi sub-kesehatan sebagai kondisi antara kesehatan dan penyakit ketika tes fisika dan kimiawi yang diperlukan tubuh menunjukkan indeks negatif, tapi individu tersebut mengalami segala jenis ketidaknyamanan dan bahkan merasakan sakit. Kedokteran Barat kehabisan akal ketika berhadapan dengan kondisi tersebut. Sedangkan pengobatan Tiongkok menunjukkan kekuatan dalam menangani masalah sub-kesehatan melalui pemeriksaan kondisi tubuh secara keseluruhan dan analisis turunan dari gejala.
Pengobatan Barat konvensional tidak mengakui adanya saluran meridian atau energi dalam tubuh manusia, karena anatomi tidak bisa membuktikannya. Dengan kamera khusus yang digunakan dalam fotografi Kirlian yang dikembangkan pada 1939, dimana belum ada film atau emulsi yang disyaratkan, gambar menunjukkan “plasma tubuh biologis” dapat diambil dengan kilatan cahaya antara elektroda. Gambar tersebut diambil oleh sekelompok ilmuwan di Kirov State University dan menunjukkan banyak area bercahaya di seluruh tubuh yang berkaitan dengan meridian maupun titik akupunktur.
Bagi orang Tiongkok, menghargai pengobatan Tiongkok juga merupakan manifestasi dari budaya tradisional Tiongkok karena berkaitan dengan kesehatan manusia. Pengobatan Barat berpendapat “apa yang terlihat baru bisa dipercaya.” Pengobatan Tiongkok mengikuti prinsip Yin dan Yang dan filsafat saling mendukung dan saling menaklukan. Pengobatan Tiongkok juga memercayai keberadaan saluran energi dan titik akupunktur meskipun mereka tidak terlihat secara kasat mata.
Selanjutnya, tradisi Tiongkok menyatakan bahwa setiap materi di alam semesta ini memiliki sisi fisikal dan sisi spiritual. Kedua belah pihak bekerja sama untuk membentuk sebuah badan yang lengkap.
Sebagai contoh, ketika seseorang terkena flu, pengobatan Barat menyebutnya sebagai infeksi virus namun pengobatan Tiongkok mengatakannya sebagai ketidakseimbangan Yin dan Yang akibat terhambatnya saluran energi. Kedokteran Barat ibarat tentara yang melawan virus di garis depan dalam permainan komputer, sedangkan pengobatan Tiongkok ibarat orang di belakang layar yang membunuh virus tanpa terlihat.
Pengobatan Tiongkok otentik berakar pada budaya Tiongkok tingkat tinggi. Sangat menyedihkan mengakui bahwa esensi pengobatan Tiongkok telah menghilang. Yang diturunkan hanya resep semata. Di Tiongkok, mahasiswa kedokteran Tiongkok menerima pendidikan dari pengobatan Barat, tetapi tidak diajarkan esensi dan akar budaya mereka sendiri.  (Wang Jingwen / The Epoch Times Staff / feb)
Diterbitkan di New Epoch Magazine


Melepaskan 8 Hal Dalam Hidup

Posted On 01.17 by Unknown 0 komentar

1. Melepas tekanan

Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi Anda. Apabila Anda tidak membersihkan pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap hari Anda akan menemui banyak kegiatan, sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.
Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran, melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda menyimpan kenangan yang menyakitkan, Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit, maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk kebahagiaan.
Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan Anda.

2. Melepas kekhawatiran

Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana. Melatih tersenyum, bukan secara mekanis memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi berusaha keras untuk mengubah apa yang Anda rasakan di dalam. Belajar untuk menerima kenyataan dengan tenang; belajar bagaimana mengatakan kepada diri sendiri, “Saya akan mengikuti sifat alam.”
Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan jujur, memandang hidup dengan positif, melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan demikian, secercah cahaya akan masuk ke dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.
Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya membiarkan diri Anda merasa bahagia.

3. Melepas pikiran ruwet

Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit dan kesedihan seseorang; dapat mengompensasi kekurangan Anda; memungkinkan Anda untuk melanjutkan perjalanan hidup tanpa rasa takut dan membantu menyadari bahwa pikiran Anda sendiri dapat melampaui gedung pencakar langit dan gunung tertinggi!
Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan Anda juga dapat memiliki kehidupan yang berharga.

4. Melepas rasa malas

Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang. Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah ketrampilan.
Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan memungkinkan Anda untuk memiliki kehidupan yang indah.

5. Melepas sikap buruk

Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan positif.  Ganti keacuhan dengan martabat, kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan, kemalasan dengan ketekunan, kerentanan dengan ketangguhan… selama Anda mau, Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang hidup Anda.
Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya yang bertanggung jawab. Meskipun tidak semua mimpi dapat menjadi kenyataan, mimpi indah dapat membawa keindahan pada hidup seseorang.

6. Melepas keluhan

Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh. Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses. Mengeluh dan menyerah adalah halangan yang mencegah datangnya keberhasilan. Menerima kegagalan dengan tenang adalah cara cerdas.
Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan, hanya kerja keras yang bisa membawa kembali harapan. Emas murni selalu ada saatnya bersinar.
Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak menyenangkan.
Jangan khawatir pada hidup, dan jangan berpikir bahwa kehidupan memperlakukan Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya, Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan orang lain.

7. Melepas keraguan

Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang. Kesempatan muncul sekejab dan hanya kecepatan dan ketegasan yang dapat menangkapnya.
Mengambil tindakan cepat merupakan salah satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda dijamin akan sukses.
Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda. Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-hal tersebut pergi ketika Anda harus melepasnya, Anda dapat memperoleh kebahagiaan yang benar-benar milik Anda dalam hidup ini.

8. Melepas prasangka

Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan menunjukkan ruang.
Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir orang lain, Anda benar-benar membuat ruang bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang penuh toleransi, manusia dapat memainkan lagu kehidupan yang harmonis.
Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit.
Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat.
Bukan hanya kita yang menginginkan kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin mereka semua merasakan kebahagiaan kita. Sukacita berbagi kegembiraan melampaui sukacita dalam memiliki.(Secret China/val)
Sumber :
http://www.epochtimes.co.id/kehidupan.php?id=551


Bagaimana Meditasi Menyelamatkan Hidup saya

Posted On 01.06 by Unknown 0 komentar

Oleh : Michal Levin
Meditasi adalah hal yang sangat misteri, seperti pintu menuju ke realitas lain, realitas yang selalu ada tetapi tidak dapat dilihat. Selama bertahun-tahun saya tidak mengetahui apapun tentang meditasi, dan tidak peduli. Tetapi saat mencari sesuatu yang lain, saya menemukannya secara kebetulan.
Dengan keluarbiasaan dan kekuatan tersembunyinya, meditasi menjadi jalan yang menuntun saya ke dunia yang lebih luas dan dalam – atau ke pencapaian lebih jauh dari dunia ini. Meditasi adalah jalan yang menuntun saya ke dalam diri saya (yang paling dalam). Saya belajar teknik ini saat saya tidak mempunyai pikiran bahwa ini adalah suatu hal yang memungkinan. Saya adalah seseorang yang mampu, peduli, tanggung jawab dan prihatin terhadap orang lain. Saya mengasuh anak-anak saya, mengejar karir saya (sebagai seorang wartawan meliputi peristiwa-peristiwa terkini di televisi), bersedih atas kegagalan pernikahan saya, berteman dengan kawan-kawan, pergi ke pesta-pesta …. dan memasuki jurang batiniah yang dalam sekali. Saya tidak melihat jalan keluar.
Saya melihat sinar yang berada jauh diatas saya, tetapi tidak mengetahui bagaimana mencapainya. Selama berbulan-bulan, ketidakpahaman saya bertambah dalam. Sangat susah mengatakan apa yang salah. Hidup tidak ada artinya. Segalanya tidak cukup, tetapi juga terlalu berat. Saya tidak tahu apa yang saya hendaki. Tidak sabar dan membingungkan seperti seorang anak pemarah.
Suatu sore hari saya memutuskan untuk mencoba meditasi – untuk membuktikan bahwa meditasi tidak cocok buat saya. Malam sepuluh tahun yang lalu itu merubah hidup saya. Realitas lain membuka dan merangkul saya. Pada bulan-bulan berikutnya saya dipaksa mengenali intuitif saya (beberapa memakai kata “psychic” yang tidak saya sukai) dan kemampuan-kemampuan penyembuhan. Saya diajar oleh dunia dalam (diri) – atau apakah merupakan sesuatu di luar saya atau perluasan diri? – guna melihat kualitas yang hanya dapat saya namakan “energi”. Selanjutnya saya belajar memahami arti dari apa yang dapat saya lihat. Saya mendapatkan sebuah pemahaman yang lebih dalam dan seringkali berbeda tentang orang-orang, kejadian-kejadian dan dunia. Dan saya juga berubah. Paling penting, saya menemukan sebuah pemahaman dan pengalaman tentang cinta kasih yang mencakup etika-etika, moralitas dan kebenaran.
Meditasi juga membawa sesuatu yang hanya dapat saya namakan “suatu kesadaran”. Saya bukan seorang Buddhist, tetapi seorang Lama tinggi Tibet yang pertama kali bersikeras bahwa saya mempunyai suatu anugrah. Orang-orang segera mulai mencari saya untuk konsultasi. Jumlah mereka bertambah dengan cepat. Orang-orang profesional – para ahli psikoterapi, orang-orang busines, para seniman kreatif, guru-guru, para spesialis IT, bahkan para selebriti – juga mereka dari berbagai lingkungan hidup memenuhi buku harian saya, dan membuat daftar tunggu. Sejak itu kemampuan saya memahami dan bekerja dengan energi bertambah terus menerus.
Tiga tahun setelah bekerja sebagai seorang intuitif, saat mengajar satu grup meditasi, saya melihat energi saya sendiri, sesuatu yang jarang terjadi. Saya melihat sebelah kanan tubuh saya seperti gelap, dan daerah tergelap berada di kepala saya. Dari kenyataan yang tertanam mendalam, saya mengetahui bahwa saya dapat menghilangkan warna gelap itu dengan mencurahkan sinar penyembuhan, tetapi warna gelap itu segera kembali. Warna gelap itu pasti sesuatu yang telah berada dalam tubuh saya, dan saya tidak dapat menghilangkannya dengan energi penyembuhan saja.

Saya melihat beberapa dokter alternatif dan ortodoks. Tidak seorangpun dapat menjelaskan kondisi saya atau menemukan ketidak beresan apapun dengan saya. Mereka memberikan penjelasan yang saya ketahui salah: effek dari hepatitis, suatu masalah spiritual, pengisian mercuri, keletihan disebabkan kuman virus.
Saat saya merasakan kematian telah dekat (walaupun tidak seorangpun setuju), suara dalam meditasi saya menunjukkan saya ke tempat kelahiran saya, Afrika Selatan. Suara itu memerintahkan saya mencari dokter di sana yang dikenal sebagai “the rose grower”. Saya menemukan dia dan di kantor rumah sakitnya, dokter itu menemukan sesuatu di sebelah kanan otak saya yang dicurigai sebagai tumor. Penemuannya terbukti benar. Saya mempunyai beberapa minggu untuk hidup, paling bagus beberapa bulan.
Segera setelah penemuan itu, tumor itu diangkat di Los Angeles. Hidup saya tertolong, tetapi dengan satu harga. Satu sisi pendengaran saya hilang dan syaraf muka saya terluka parah, dengan semua konsekwensinya: satu mata tidak dapat ditutup, separuh mulut tidak dapat bergerak, kehilangan rasa, dan lebih banyak lagi. Akan tetapi seluruh waktu, meditasi dan realitas (yang saya dapatkan melalui meditasi) membuat saya bertahan. Dalam beberapa bulan berikutnya, kemampuan saya bekerja dalam suatu kapasitas intuitif menjadi lebih kuat.
Tetapi, bentuk kerja saya berubah dan batas pemahaman saya bertambah luas. Beberapa tahun selanjutnya, penyembuhan pada fisik saya mengalamai kemajuan secara perlahan-lahan, terus menerus dan sukses. Tumor saya diangkat dengan pisau bedah, tetapi tidak satu saatpun saya melepaskan praktek spiritual saya. Dengan demikian saya mengalami suatu mujijat, dan terus berlangsung demikian. “Kesadaran” terus menerus menjaga saya melalui saat tergelap dan menyentuh saya. Misalnya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menunjukkan saya keindahan langit di pagi hari, keindahan jalan sunyi di malam hari, atau kerimbunan rumput liar yang dijumpai di trotoar retak. “Kesadaran” tiada henti membantu saya untuk belajar dan memahami (dengan mengalaminya) bagaimana semua mahkluk adalah bagian dari satu sama lain dan alam semesta. Meditasi adalah awal dari segalanya.

Michal Levin tinggal dan bekerja di London, di sana ia memberikan kursus-kursus intuitif dan mengajar grup-grup. Ia juga mengadakan perjalanan jauh setelah dua anaknya dewasa, dan senang menerima undangan-undangan untuk mengajar di mana saja ia diundang. Ia telah menulis tiga buku: The Pool of Memory, The Autobiography of An Unwilling Intuitive (Gill and MacMillan, 1998), yang memperincikan banyak petualangan termasuk kalachakra dengan Yang Mulia Dalai Lama, Spiritual Intelligence (Hodder and Stoughton, 2000), dan Meditation, Path to The Deepest Self (DK, 2002).
Keterangan karyanya lebih lanjut, lihat website: www.MichalLevin.com
Diterjemahkan dari : How Meditation Save My life
Diterbitkan oleh : Majalah “Eastern Horizon”, May-August 2002, issue no. 8
Alih bahasa : Jenny, Surabaya



Selasa, 14 Juni 2011

Mengatasi Stress Dengan Agama Buddha

Posted On 00.42 by Unknown 0 komentar

Oleh : Bhikkhu Uttamo

PENDAHULUAN 

      Kemajuan jaman ibarat pisau bermata ganda. Di satu sisi ia memberikan kemudahan hidup bagi
masyarakat yang telah siap sehingga dapat memanfaatkannya. Di sisi yang lain sesungguhnya ia pun
dapat memberikan akibat negatif untuk mereka yang belum siap mental menghadapi perubahan
lingkungan yang sedemikian cepat. Ada tuntutan-tuntutan jaman dan konflik-konflik yang harus dihadapi
seseorang untuk memenuhi tuntutan jaman itu akhirnya dapat menjerumuskan orang yang lemah
pengertian batinnya pada kondisi stress.
      Hakekat dari pengertian batin sebagai bekal yang paling pokok dalam menghadapi dampak negatif
kemajuan jaman ini adalah memiliki kemampuan melihat hidup sebagaimana adanya, bahwa hidup tidak
kekal dan hanyalah proses belaka. Pengertian ini biasanya telah dimengerti oleh hampir setiap orang
secara teoritis tetapi pada kenyataannya orang jarang siap mental bila menghadapi perubahan yang terjadi
dalam hidupnya.
      Dalam usaha menyesuaikan antara pengertian batin (baca: teori) yang dimiliki dengan penerapannya
pada kehidupan yang sesungguhnya inilah peranan Agama Buddha diperlukan. Agama Buddha adalah
gabungan antara tradisi penghormatan kepada Sang Guru Agung, Buddha Gotama, dengan Ajaran Luhur
Sang Buddha yang berisikan kiat-kiat untuk menghadapi kenyataan hidup yang kadang tidak sesuai
dengan yang diharapkan. Sedangkan tujuan Agama Buddha secara umum adalah agar orang yang
mengikuti dan melaksanakan Ajarannya akan memperoleh kebahagiaan duniawi, surgawi dan sebagai
tujuan tertinggi adalah tercapai kebebasan mutlak yaitu Nibbana (=Nirwana) sebagai Tuhan Yang
Mahaesa dalam pengertian Agama Buddha.

PEMBAHASAN 
      Pengertian batin untuk melihat hidup sebagaimana adanya ternyata lebih mudah diucapkan dan
dinasehatkan kepada orang lain daripada untuk membantu diri kita sendiri dalam mengatasi kenyataan
hidup yang kadang tidak sesuai dengan harapan. Bila menjumpai orang lain yang sedang menderita, kita
akan lebih mudah menjadi penasehat yang tampaknya amat bijaksana untuk membantu orang tersebut
agar mampu menerima kepahitan hidup. Sebaliknya, bila tiba giliran kita yang menerima penderitaan
akibat perubahan yang tidak diinginkan, kadang nasehat tulus dari seorang kawan dapat dianggap sebagai
pelecehan atas kondisi yang sedang kita alami.     
      Untuk mengubah pengertian benar yang masih teoritis menjadi praktis itulah Sang Buddha dalam
berbagai kesempatan sepanjang hidup Beliau telah menjelaskannya kepada para umatNya tentang
tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Bila tahapan ini diikuti sungguh-sungguh maka hasil nyata yang
dapat dialami sebagai awal pencapaian adalah hidup bahagia dan bebas dari stress. Kebahagiaan awal ini
kemudian dapat dilanjutkan untuk dapat mencapai bentuk-bentuk kebahagiaan yang lebih tinggi sehingga
akhirnya tercapailah kebahagiaan tertinggi yaitu Tuhan Yang Mahaesa (=Nibbana/Nirwana).
      Secara ringkas, tahapan-tahapan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

      TAHAP PERTAMA : 
      SUMBAR STRESS ADALAH KEINGINAN 
Manusia hidup pasti tidak akan pernah terlepas dari keinginan. Memiliki keinginan adalah wajar sejauh
kita tidak menjadi budak keinginan kita sendiri. Oleh karena itu, keinginan dapat menjadi salah satu 
sumber stress. Stress dapat timbul bila orang bersikap terlalu kaku pada keinginannya sendiri tanpa
memiliki kesadaran bahwa kadang orang harus menyesuaikan diri antara keinginan dengan kenyataan
yang dihadapi. Dengan kata lain, orang sering tidak siap dan tidak berkeinginan menghadapi perubahan. 
Padahal, setiap saat dan di setiap tempat ada kemungkinan orang akan mengalami perubahan. Perubahan
dalam hidup ini dapat merupakan perubahan ke arah yang menggembirakan ataupun sebaliknya. 
Menghadapi perubahan yang menggembirakan, orang tidak akan mempermasalahkan seperti bila sedang
menghadapai perubahan yang tidak menyenangkan. Dalam masalah ini, perubahan yang dimaksud adalah
perubahan yang membuat orang tidak bahagia karena tidak sesuai dengan keinginannya. Perubahan dapat 
dirasakan mengarah pada hal yang tidak membahagiakan karena disebabkan oleh niat orang untuk tidak
ingin berkumpul dengan yang tidak disenangi dan berpisah dengan yang dicinta. Perubahan ini terjadi
dalam bentuk yang seluas-luasnya, misalnya dalam hubungan dengan sesama manusia, dengan benda 
maupun dengan suasana serta masih banyak yang lainnya. Stress muncul karena orang tidak ingin melihat
perubahan ke arah yang tidak menggembirakan itu terwujud sebagai kenyataan. Orang bahkan ingin 
memaksakan kenyataan seperti keinginannya. Tentunya hal ini tidaklah mungkin dapat terjadi. 
      Pada dasarnya terdapat dua macam keinginan yang dominan dalam kehidupan ini yaitu ingin selalu
bersama dengan hal-hal atau kondisi yang menyenangkan dan yang lainnya adalah ingin tidak pernah 
menjumpai hal-hal atau kondisi yang tidak menyenangkan. Tentu saja bila kedua macam keinginan ini
dapat terpenuhi maka bahagialah kehidupan orang tersebut. Namun, karena hidup selalu berubah maka
orang kadang, kalau tidak dapat dibilang sering, mengalami kekecewaan. Bila kekecewaan ini bertambah 
banyak kuantitas maupun kualitasnya maka stress dan akibat-akibat negatif lainnya akan muncul. 
      Dewasa ini masalah stress dan akibatnya serta juga cara-cara menanggulanginya telah ramai
dibicarakan di seluruh dunia. Banyak ahli menuliskan pendapatnya tentang stress. Salah satu diantaranya 
adalah Peter G. Hanson. Menurut hasil penelitian Hanson, beberapa di antara sumber stress dalam
masyarakat adalah terutama karena memiliki kondisi yang tidak seimbang pada bidang-bidang keuangan,
pribadi, kesehatan dan pekerjaan. Hanson mengartikan keuangan sebagai kondisi memiliki ketrampilan 
kerja yang dapat dijual, memiliki cukup uang untuk mencapai tujuan, dan jaminan keuangan jika nanti
terserang penyakit, resesi, atau kehilangan pekerjaan. Pribadi adalah berarti memiliki teman sejati (tidak 
perlu banyak) dan keluarga, misalnya perkawinan atau hal yang serupa. Kesehatan yang dimaksudkan
adalah kesehatan lahir batin yang dinyatakan oleh dokter dan bukan pendapat pribadi. Sedangkan
pekerjaan berarti adalah tampil efisien dengan integritas dan mendapatkan rasa hormat dari lingkungan, dalam hal ini apabila sebagai seorang pelajar berarti segi pendidikan. 
      Bila orang mengalami perubahan atau kegagalan pada salah satu atau lebih dari keempat hal di atas
maka ia memiliki potensi untuk mengalami stress, kecuali bila pengertian batinnya telah matang. 

      TAHAP KEDUA : 
      KEINGINAN DAPAT DIKENDALIKAN 
      Apabila sumber stress diketahui maka sesungguhnya jalan untuk mengatasinya telah terjawab
setengahnya. Telah disadari bahwa keinginan yang tidak fleksibel justru akan menjerumuskan seseorang 
ke dalam jurang stress. Semakin kukuh keinginan seseorang, semakin besar pula kemungkinan stress yang
akan dihadapinya. Untuk itulah, orang perlu memiliki wawasan berfikir bahwa dalam hidup ini sering 
keinginan tidak dapat menjadi kenyataan sedangkan kenyataan tidak jarang amat berbeda dari keinginan
yang dimiliki. Wawasan ini berguna untuk melunakkan keinginan sehingga akhirnya dapat diubah dan 
disesuaikan dengan kenyataan. Bila keinginan telah sesuai dengan kenyataan maka stress pun akan dapat
dihalau jauh-jauh dari hidup ini. 

      TAHAP KETIGA : 
      CARA MENGENDALIKAN KEINGINAN 
      Untuk mengendalikan keinginan agar stress dapat diusir dari kehidupan ini, ada beberapa langkah
dalam Agama Buddha yang harus ditempuh, yaitu: 
      a. Kerelaan 
      Dalam Agama Buddha, kerelaan atau keikhlasan meliputi dua macam yaitu kerelaan materi dan nonmateri.
Kerelaan materi akan lebih mudah dilakukan karena lebih kelihatan secara indriawi. Kerelaan 
materi juga menjadi awal untuk mencapai tahap yang lebih tinggi lagi. Kerelaan materi dapat berbentuk
bantuan sandang, pangan, papan, obat-obatan maupun keuangan. 
      Kerelaan non-materi atau kerelaan batin agak lebih sulit dilakukan. Kerelaan non-materi dapat
dikatakan sebagai bentuk kerelaan yang lebih tinggi daripada kerelaan materi. Kerelaan ini membutuhkan 
sikap mental untuk tidak mementingkan diri sendiri. Memiliki sikap mental mengharapkan semoga semua
makhluk hidup berbahagia. Memperhatikan sekeliling dan siap membantu mereka dengan tenaga, ucapan 
maupun pikiran yang dimiliki. Beberapa bentuk kerelaan non-materi adalah nasehat, pengendalian diri
dan peka pada kondisi lingkungan. 
      Melaksanakan kedua bentuk kerelaan di atas secara bersama-sama akan menumbuhkan kebahagiaan
dalam hati si pelaku. Perasaan menjadi lebih ringan dan bahagia karena mempunyai ingatan bahwa 
dirinya telah mampu mengisi kehidupan ini dengan sesuatu yang berguna yaitu 'melakukan perbuatan
baik' kepada fihak lain secara aktif. Kebahagiaan yang muncul karena orang telah mampu mengatasi 
dirinya ataupun keinginannya sendiri untuk mengembangkan rasa kebersamaan di jaman orang tidak lagi
terlalu memperhatikan lingkungannya. Perasaan ini akan menambah semangat hidup dan ketenangan batin serta dapat membebaskan diri dari stress.
      b. Kemoralan 
      Kemoralan adalah usaha mencegah berkembangnya bahkan -kalau dapat- menghilangkan perbuatan
atau kebiasaan buruk yang telah dimiliki dan berusaha agar diri sendiri tidak melakukan keburukan yang 
telah dilakukan oleh orang lain. 
      Kemoralan juga akan memberikan ketenangan batin karena kemoralan menjaga segala perbuatan yang
dilakukan lewat badan, ucapan dan pikiran agar 'terbebas dari kesalahan'. Manusia pada dasarnya 
berhasrat untuk melaksanakan segala bentuk keinginannya baik keinginan luhur maupun tidak baik.
Namun dengan pengertian akan kemoralan maka orang kemudian akan mampu memilih perbuatan yang 
pantas dilakukan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan maupun ukuran kemoralan
yang lainnya. Semakin tepat pilihannya, semakin diterima pula seseorang dalam lingkungannya, semakin 
besar pula keyakinan pada dirinya sendiri bahwa ia 'terbebas dari kesalahan'. 
      Bila keinginan telah terbiasa dikendalikan, maka bila dalam kehidupan ini orang menjumpai
kenyataan yang bertentangan dengan keinginannya, ia akan dengan lapang dada dan penuh pengertian
akan mampu menerima kenyataan tersebut. Ia tenang menghadapi kenyataan. 
      Dalam pengertian Agama Buddha, apabila kerelaan adalah unsur aktif untuk berbuat kebaikan maka
kemoralan adalah unsur negatif yaitu mencegah kejahatan. Kedua unsur ini masing-masing bekerja aktif 
untuk mengendalikan keinginan seseorang, menundukkan keinginan seseorang. Kedua unsur ini tidak
dapat dipisahkan satu dengan lainnya karena mereka bekerja saling melengkapi untuk mencapai tujuan 
yang sama, hidup bahagia dan bebas dari stress sebagai awal pencapaian yang lebih tinggi. Dengan
demikian, umat Buddha selalu dianjurkan untuk melaksanakan kedua hal pokok ini. 
      Dalam menyimpulkan hasil penelitiannya Dr. Claire Weekes menyatakan bahwa menganut salah satu
agama tertentu dapat mencegah serta mengatasi stress disamping memiliki pekerjaan yang sesuai dan 
keberanian dalam menghadapi resiko hidup. 
      c. Ketenangan batin 
      Langkah yang ketiga ini digunakan untuk mengatasi stress langsung dari sumbernya yaitu pikiran.
Dalam pikiran itulah terletak bermacam-macam keinginan. Ketenangan batin dicapai melalui latihan 
meditasi. Meditasi dapat digunakan untuk mengendapkan dan menyusun segala bentuk keinginan dalam
latihan berpikir dengan benar. Manusia mampu melatih setiap gerakan badan dan ucapan sesuai dengan 
kemauan, demikian pula terhadap pikiran. Sarana melatih pikiran itulah yang disebut dengan meditasi.
Meditasi mengarahkan batin seseorang untuk dapat menyadari bahwa hidup adalah saat ini, bukan masa 
lalu maupun masa yang akan datang. Pada masa lalu orang pernah hidup tetapi sudah tidak hidup, di masa
datang orang akan hidup tetapi belum hidup; di masa ini, saat inilah orang hidup dan sedang hidup. Bila 
batin telah mencapai tahap ini, batin akan mampu memisahkan antara keinginan yang diperlukan saat ini
dari keinginan yang dapat ditunda atau bahkan keinginan yang perlu dihilangkan. Dengan demikian, maka
orang akhirnya dapat menundukkan keinginannya sendiri dan terbebaslah ia dari stress. 
      Pada hakekatnya meditasi adalah menyadari segala sesuatu yang sedang dilakukan, diucapkan dan
terutama segala yang dipikirkan. Meditasi bukanlah berdoa, mengatur pernafasan maupun mengosongkanpikiran. Dalam melaksanakan meditasi dibutuhkan beberapa persyaratan dasar yaitu posisi tubuh yang benar, waktu meditasi yang sesuai, tempat meditasi yang memenuhi persyaratan, obyek meditasi yang cocok dan juga guru yang mampu mengarahkan meditasi sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. 
      Bila ketenangan batin tercapai maka stress pun tidak mempunyai kesempatan muncul dalam
kehidupan ini. Dr. Vernon Coleman juga mengarahkan para pasien stress-nya untuk melakukan relaksasi 
terutama dengan meditasi walaupun tidak harus mengikuti satu bentuk institusi tertentu. 
      d. Kebijaksanaan 
      Kemampuan meditasi bukan hanya untuk menghasilkan ketenangan batin saja tetapi dapat
dikembangkan ke arah pengertian batin yang hendak dicari sebagai obat tertinggi dalam menanggulangi 
stress. Menurut Sang Buddha, ada dua macam kebijaksanaan yaitu kebijaksanaan duniawi yang berupa teori dan kebijaksanaan mutlak yaitu tercapainya tujuan tertinggi dalam Agama Buddha, Nibbana/Nirwana. 
Kebijaksanaan duniawi adalah pengertian dasar bersifat filosofis dan teoritis untuk mendorong
pelaksanaannya agar orang dapat membuktikan kebenarannya. Apabila telah dilaksanakan maka setahap
demi setahap orang akan mendekati tujuan akhir yaitu kebijaksanaan mutlak. 
      Pencapaian kebijaksanaan mutlak dengan melatih ketenangan batin berpandangan terang. Sasaran
latihan ketenangan batin tahap akhir ini adalah agar orang setelah mampu memisahkan antara keinginan 
yang pokok dan sampingan, kini di arahkan untuk menyadari bahwa keinginan itulah yang menjadi dasar
ketidakpuasan dalam hidup ini. Keinginan itu pulalah yang menjadi salah satu sebab munculnya stress 
dalam hidup ini. Sedangkan sumber keinginan adalah karena tidak menyadari bahwa hidup akan selalu
berubah dan hanyalah proses. Tahap ini menjadi tahap akhir dan menjadi tahap tertinggi dalam Agama 
Buddha. Untuk menguraikan tahapan ini membutuhkan suatu latihan dasar dari ketiga tahap sebelumnya,
oleh karena itu dalam kesempatan ini tahap terakhir ini hanya diuraikan secara singkat untuk memberikan 
gambaran sepintas dahulu. Dalam kesempatan lain, mungkin akan dibicarakan secara khusus dan
mendalam. 
      Sesungguhnya bila hanya untuk mengatasi stress saja ketiga tahap di atas sudah lebih dari cukup. Bila
hendak mengatasi masalah hidup yang sesungguhnya yaitu untuk mencapai Tuhan Yang Mahaesa 
(=Nibbana/Nirwana) maka tahap keempat adalah tahap yang harus dilaksanakan. 

PENUTUP 
      Istilah 'stress' kelihatannya baru muncul dalam beberapa dekade belakangan ini, tetapi sesungguhnya
sejak jaman Sang Buddha hidup bahkan mungkin jauh sebelumnya itu kondisi stress ini telah dialami 
umat manusia. Oleh karena itu, Ajaran Sang Buddha bukan hanya berisikan petunjuk untuk
mengembangkan kebahagiaan yang telah dimiliki, namun juga berisikan kiat-kiat untuk memperbaiki 
situasi lahir batin yang sedang dihadapi. Apabila kondisi lahir batin dapat diselaraskan dengan kenyataan
hidup, maka terbebaslah orang dari stress. 
      Kini, pengertian untuk mengatasi stress sebagai fenomena era globalisasi dan teknologi telah diberikan, tinggal dilaksanakan. Sesungguhnya menurut Sabda Sang Buddha: 
      Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat timbul dan tenggelamnya segala
sesuatu yang berkondisi, sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat timbul 
dan tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi. 
                                                                                               ( DHAMMAPADA VIII, 14 )

KEPUSTAKAAN 
      1. Dhammapada, Yayasan Dhammadipa Arama, Cetakan Kedua, Jakarta, Agustus 1985. 
      2. Mengatasi Stress, Dr. Claire Weekes, Kanisius, Cetakan Pertama, Yogyakarta, 1991. 
      3. Navakovada, H.R.H. The Late Supreme Patriarch Prince Vajiranyanavarorasa, Yayasan
Dhammadipa Arama, Cetakan Kedua, Jakarta, Agustus 1989. 
      4. Nikmatnya Stress, Peter G. Hanson, M.D., Arcan, Cetakan Kedua, Jakarta, 1991. 
      5. Stress dan Lambung Anda, Dr. Vernon Coleman, Arcan, Cetakan Keempat, Jakarta, 1991. 


Senin, 03 Januari 2011

Aborsi dan Seks Bebas Bakal Jadi Masalah Kesehatan di 2011

Posted On 06.31 by Unknown 0 komentar

Jakarta, Maraknya artis beradegan mesum sepanjang tahun 2010 berdampak pada tren kesehatan reproduksi. Diperkirakan seks bebas dan aborsi akan meningkat tahun depan, disusul dengan peningkatan kasus HIV/AIDS dan infeksi menular seksual lainnya.

Prediksi ini cukup beralasan, sebab di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini semua orang termasuk ‘anak baru gede’ (ABG) bisa mengakses internet dengan mudah. Tidak hanya di warung internet, kecanggihan perangkat telekomunikasi memungkinkan para ABG mengaksesnya di ponsel.

Dari situ para ABG akan mudah sekali bersinggungan dengan konten-konten berbau pornografi, termasuk video mesum para idola seperti Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari. Keterlibatan para selebritas dalam adegan-adegan tidak senonoh itu memberi kesan seolah-olah siapapun bebas untuk berekspresi.

“Video Ariel ibarat kotak pandora yang terbuka. Sayangnya tidak berimbang, kotak pandoranya terbuka namun tidak ada guidance bagi para remaja,” ungkap Dr Phaidon L Toruan, MM, pakar hidup sehat saat dihubungi detikHealth, Rabu (29/12/2010).

Kurangnya guidance atau tuntunan ini menurut Dr Phaidon disebabkan karena pendidikan seks masih setengah hati, yang ada malah komentar-komentar selebritas lain yang kebanyakan kurang mendidik. Dampaknya, sebagian ABG yang secara psikologis masih labil ini akan mencontoh perilaku seks bebas yang dilakukan idolanya.

Kehamilan di luar nikah merupakan risiko yang mungkin akan dihadapi, lalu jika tidak siap maka para ABG akan mengambil jalan pintas yakni aborsi atau pengguguran kandungan dengan segala risikonya. Risiko lain yang selalu menyertai perilaku seks bebas tak lain adalah HIV/AIDS dan infeksi menular seks lainnya.

Sementara lanjut Dr Phaidon untuk jangka panjang, meningkatnya perilaku seks bebas di tahun 2011 akan memberikan dampak pada 5-10 tahun berikutnya. Pada periode tersebut, para ABG khususnya remaja putri akan merasakan dampak perilaku seks bebas dengan meningkatnya risiko kanker rahim.

“Faktor risiko kanker rahim para perempuan antara lain adalah hubungan seks di usia yang terlalu dini, apalagi berganti-ganti pasangan. Jika pernah pacaran hingga ML lalu putus, selalu ada kemungkinan ia akan melakukannya lagi dengan pacar barunya,” tambah Dr Phaidon.

Dr Phaidon menilai, meningkatnya kesadaran untuk menggunakan kondom di kalangan masyarakat belum bisa terlalu diharapkan. Meski pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengimbau, edukasi dari pihak swasta terutama perusahaan kondom dinilai akan lebih memberikan pengaruh.


Jumat, 10 Desember 2010

Yang Perlu Diketahui Oleh Orang Yang Akan Meninggal

Posted On 03.03 by Unknown 0 komentar

Keberadaan segala sesuatu dialam semesta ini adalah hasil dari suatu sebab, dan boleh dibilang kehadirannya hanya khayalan belaka, karena segala sesuatu yang tercipta sifatnya tidak kekal. Itulah lah sebabnya dikatakan, bila ada karma yang bersesuaian yang berkumpul, akan terbentuk keberadaan terpencar, keberadaan yang khayal pun lenyap. Oleh karena itu, sejak dahulu hingga sekarang, segala sesuatu hanyalah bayangan bunga dalam cermin, bayangan bulan dalam air, persis mimpi, seperti gelembung air, kilat, percikan batu api, maupun uap yang melintas didepan mata.

Badan bagaikan gelembung air, bayangan yang rapuh, tua, lapuk, mati. Dukkha, sunyata, dan anitya. ini adalah proses perubahan kelahiran dan kematian yang wajar. setiap saat perubahan berlangsung terus. Oleh sebab itu, perjalanan hidup manusia, pasti akan sampai pada titik akhir, siapapun tidak akan menghindarinya. Dunia hanya lah bagaikan losmen dan kita bagaikan tamu yang menginap sementara didalam perjalanan.

kehidupan manusia hanyalah beberapa puluh tahun saja, bukan saja timbul dan tenggelam dalam nafsu kebendaan, nama dan keuntungan, suka duka dalam bertemu dan berpisah, bertemu dengan yang di benci, berpisah dengan yang dicinta, mengalami bencana alam, kerusuhan manusia, kehidupan yang tertekan, kegelisahan dan kekhawatiran, bergelut dalam penderitaan, namun juga masih harus mengalami pertukaran badan dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain, perputaran sebab akibat, terlunta-lunta sepanjang masa, timbul dan tenggelam dalam caturyoni (4 macam kelahiran), berputar-putar dalam lima jalur kehidupan, kelahiran dan kematian bagaikan dalam mimpi. Kita telah mengalami berbagai penderitaan yang demikian dalam, tetapi masih belum juga sadar!
Hendaknya kita selalu ingat, bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah tidak kekal, sesuatu yang muncul pasti akan musnah, maka dikatakan hanyalah mimpi maupun khayalan belaka. dan perlu diingat pula, bahwa penderitaan tiga kehidupan yang rendah mudah dimasuki, tapi sangat sulit untuk keluar dari situ. Alam manusia penuh kejahatan dan keruhan, kebahagiaan surga cepat berakhir, namun sangat lah sulit untuk menghindarinya karena daya tarik karma. Jika harus tenggelam kembali dalam triloka, sia-sia lah kita menerima kelahiran dan kematian, sehingga akan terus mengalami tumimbal lahir yang tiada habisnya.

Sadar lah segera, tinggalkan semua persoalan dan hal diluar diri kita. jagan biarkan keinginan dan keterikatan muncul dalam pikiran, tetapi dengan sepenuh hati mengulang nama Buddha Amitabha dan bertekad lahir di Sukhavati disebelah barat. Saat menjelang kematian pasti akan mengundang buddha Amithaba dan para suciawan datang untuk menjemput kita, sehingga terlahir di alam Buddha amitabha yang suci bersih. Sejak itu lah kita akan meninggalkan alam awam dan memasuki alam kesucian, memiliki rddivasita (kesaktian), usianya tanpa batas, terbebas dari kelahiran dan kematian di triloka, menjadi orang yang maha bijaksana. Jika usianya belum berakhir, berkat jasa pengulangan nama Buddha, maka ia pasti akan dapat terbebas dari mara bahaya dan usianya bertambah panjang..

Jika mengetahui penyakit diri sendiri sudah berat, pesanlah kepada keluarga, agar orang yang datang menjenguk membantu kita dalam pengulangan nama Buddha dan jangan berisik membicarakan hal lain.

kebajikan mengulang nama Buddha sungguh tidak terbayangkan. Didalam sutra dikatakan "Mengucapkan satu kata Buddha amitabha, dapat menghapus karma berat dari kelahiran dan kematian dalam banyak kalpa. Sekali melafalkan Buddha Amitabha, keatas dapat menembus sampai setinggi langit, kebawah hingga kebatas vayu-mandala (lapisan angin). Bagaikan debu yang tidak terbatas, sebanyak itu mahkluk hidup yang akan memperoleh manfaat dari ucapan tersebut". Oleh karena itu, pengulangan nama Buddha Amitabha dapat menolong mahkluk halus, dewa, alaya-vijnana, dan antara-bhava (proses kesadran dari saat setelah kematian hingga pada saat kelahiran berikutnya).

Jika seseorang dalam keadaan sakit berat, melihat ada mahkluk halus yang datang untuk mengganggu atau menggoda maupun memperdaya dengan dengan sesuatu yang muluk, asalkan ingat dengan teguh dan setulus hati mengulang nama Buddha Amitabha, maka setelah mendengar pembacaan buddha mereka akan segera terbebas dari penderitaan dan pergi dengan perasaan gembira. tali permusuhan akan akan putus segera dan karmavarana dapat dilenyapkan, sehingga kita dapat dengan lancar menuju ke Sukhavati.

Dengan mengandalkan kekuatan tekad yang maha welas asih dari Buddha Amitabha, orang yang suka mengulang nama Buddha akan dapat terlahir disebelah barat. kalau seseorang mengulang nama Buddha Amitabha dengan sujud, maka dikolam saptratna (7 macam permata) disebelah barat akan tumbuh setangkai bunga teratai yang bertuliskan nama orang tersebut, sehingga dikemudian hari dia akan lahir dari bunga teratai itu.

Sukhavati disebelah barat merupakan alam yang suci, bersih, anggun, megah, indah tak terlukiskan. Bangunan bertingkatnya serta tangga-tanggnya terbuat dari saptratna. Terdapat beraneka warna benda berharga, bersih kemilau, harum semerbak. kolam permata dengan air kebijakannya yang dapat mengikis noda batin. Musik surgawi yang merdu berkumandang terus tanpa ditabuh. Hawa udara yang nyaman, tidak dingin dan tidak panas. Dalam sesaat makanan dan pakaian akan tersedia segera hanya dengan berpikir dalam hati. Berbagai unggas jelmaan berkat kegaiban buddha dengan suara merdu membabarkan dharma yang indah, mengungkapkan dukha, sunyata, anitya, dan anatman. Angin sepoi-sepoi dengan lembut menggerakan pohon pusaka dan lapisan jala, semuanya mengeluarkan suara dharma yang merdu dan indah. sad-ayatanani (6 landasan indera) suci dan bersih apa adanya pikiran yang keruh. kekotoran duniawi tidak timbul lagi. Kebijaksanaan terus bertambah dalam hingga memperoleh dharma yang sejati dan kesaktian. batinnya tidak tegoyahkan dan usianya tanpa batas. Tiada lagi penderitaan, yang ada hanyalah kebahagiaan.
Sebaiknya belilah sebuah kaset yang berisi pengulangan nama Buddha. dengarkan lah selalu sambil turut membaca maupun mengulangnya dalam hati sewaktu sedang sakit. Jika sering mendengarkannya, disamping menghemat tenaga, juga dapat membersihkan jiwa raga kita, menumbuhkan bunga teratai disebelah barat, pada ladang kesadaran kedelapan (alaya-vijnana) akan tertanam benih dharma, dan sewaktu akan meninggal nanti kita akan lebih mudah untukk mengulang nama Buddha. Dengan demikian akan membantu menghadapi maslah kehidupan kita yang maha penting, untuk dapat terlahir di Sukhavati. Sebaiknya orang sakit selalu mendengarkan kaset tersebut, bagaikan kawan setia yang selalu menemani.